Cerita Awal Blogging Sampai Migrasi dari Blogger ke WordPress

blogging

Saya memulai dunia blogging itu saat kelas 2 SMP, tahun 2009. Saya ingat sekali karena waktu itu saya sedang menunggu teman saya untuk ikut ekskul Pramuka, dimana hari itu pertama kali saya gabung pramuka, lalu dia muncul sambil bilang habis dari warnet mengedit blog. Saya penasaran dong apa itu blog, saya bertanya dia ngapain dan membuat apa kalau tidak salah. Kalau tidak salah juga dia menunjukkan sebuah buku tentang blog yang akhirnya saya beli juga buku yang sama persis dengan punyanya dia. Ngomong-ngomong, saya ikut pramuka juga karena dia, sungguh meng-influence sekali dia ya hahaha.

Buku blog
Buku blog pertama saya. Itu terbitan Mei 2009 loh.

Buku itu menjadi referensi utama saya kala itu dalam dunia blogging. Kala itu tahun 2009, 2010, 2011 dunia blogging itu mulai booming gitu. Walaupun saya mulai mengenal di 2009 tapi pada tahun 2011 saya membangun blog yang aktif. Benar-benar aktif, grup blogger sangat ramai, kami sering blogwalking saling mengunjungi blog orang lain lalu memberi komentar bahkan bisa sampai ratusan komentar loh dalam 1 postingan. Platform yang dipakai saat itu blogger dan saya belum mengenal wordpress. Bisa dibilang jaman-jaman itu semua orang hampir semuanya memakai blogger dalam dunia per blogging-an. Kenapa begitu? karena blogger itu ada fitur ‘follower’-nya, dan follower blogger saya saat itu mencapai 300 an orang. Angka yang cukup banyak bagi saya.

Sebenarnya memakai blogger itu gampang. Malah gampang banget. Tinggal cari template yang sesuai lalu edit dengan banyak tutorial yang sudah ada di buku dan internet. Walaupun saat ini saya lebih cenderung ke WordPress sih heheh. Bahkan karena kemudahan ini saya menggunakan blogger untuk membuat website laboratorium pada tahun 2016 agar nanti adik tingkat dibawah saya mengerti cara menggunakannya.

blogging
Masih lama kan?

Blog Catatan Kecil-ku ini adalah blog kedua saya saat itu. Blog ini dulunya lebih khusus cerita tentang pengalaman pribadi saja eh malah jadi keterusan sampai sekarang kan. Saya memulai blog ini pada tahun 2012, saya memesan alamat domainnya menggunakan web.id dengan alasan murah (lebih murah dari .com, cukuplah untuk blogging) dan membawa nama Indonesia pastinya. Saat 2012 itu harganya Rp 55.000 dan hingga 2020 ini pun harganya masih sama (heran saya masih bisa konsisten harganya). Tahun kemarin saat perpanjangan domain saya langsung memesan perpanjangan untuk 5 tahun kedepan hahah, yang artinya domain abdianhadi.web.id aktif sampai tahun 2024 sampai tiba masa perpanjangan lagi.

Beralih dari cerita awal blogging. Jadi sekarang saya sudah memindahkan tulisan dan data pada blog lama saya di Blogger ke WordPress yang menggunakan layanan web hosting. Saya menggunakan layanan dari idwebhost untuk jasa hostingnya. Awalnya saya ingin menggunakan layanan hosting niagahoster saja, maklum iklannya ada dimana-mana, entah itu google, facebook, instagram, dll. Lalu saya dilema karena domain saya ada di idwebhost dan sudah ada sejak 2012 (yang masih aktif). Bisa saja sih migrasi domain tapi kalau tidak salah kena biaya transfer domain dengan hitungan pertahun sedangkan domain saya masih aktif 4 tahun lagi hahah. Akhirnya saya mencoba membandingkan produk hosting dari idwebhost dan niagahoster. Hasilnya ternyata sama saja. Tidak ada perbedaan sama sekali untuk tiap produk yang sebanding (misal layanan termurah idwebhost dengan niagahoster). Bahkan untuk harganya pun juga cenderung sama, tidak ada perbedaan harga yang terlalu mencolok. Akhirya saya memutuskan menggunakan layanan idwebhost saja dan itu memutuskannya cenderung cepat. Lah cepat gimana?

Blogging dengan WordPress

Seminggu yang lalu itu blog saya masih pakai platform blogger. Kemudian 5 hari yang lalu (15 April 2020) sekitar jam 4 sore saat sedang menjaga toko saya kepikiran gimana kalau blog saya menggunakan wordpress saya. Lalu saya bingung karena belum tau saat itu apa data dari blogger itu bisa dipindahkan ke wordpress atau tidak. Hal pertama yang saya langsung cari yaitu “migrasi blogger ke wordpress” dan ternyata banyak sekali tutorialnya dan artinya bisa. Wah bagus ini pikir saya kan. Mulailah saya membaca artikel tentang migrasi itu lalu setelah mulai paham saya mencoba memahami layanan hosting dari penyedia layanan. Kemudian saya pergi ke kamar dan mulailah searching tentang kedua hal itu.

Plesk
Layanan hosting paket charming idwebhost

Saya mengetahui ternyata harganya cukup terjangkau pikir saya saat itu. Saya hanya berpikir untuk menggunkaan jasa hosting yang termurah saja dulu dengan biaya Rp 10.000 perbulan, setidaknya itu yang dikatakan idwebhost pada websitenya. Saya pikir bagus nih, bisa coba-coba 1 tahun saja dulu kan, belum lagi memang saya suka nge-blog a.k.a blogging dan siapa tahu dengan saya menggunakan hosting saya menjadi semangat kembali membuat tulisan di blog. Kemudian saya pilih produk termurahnya, kalau di idwebhost namanya “charming“, dan berlanjut sampai akhirnya saya sadar agar harganya bisa Rp 10.000 perbulan itu harus ambil kontrak selama 3 tahun hahah. Waduh berat juga rasanya kan. Total untuk 3 tahun itu Rp 356.000 ditambah PPN 10% jadinya Rp 392.000 yang harus saya bayar. Tapi ya gitu deh, saya udah pengen toh emang untuk blog saya dan bisa saya nikmati akhirnya saya transfer juga. Lumayan cepat transaksinya, jam 4 sore saya kepikiran tiba-tiba untuk menggunakan wordpress dari blogger lalu jam 7 kurang invoice pembayaran berhasil sudah sampai di email saya.

Selang beberapa waktu email layanan hosting saya sudah aktif. Disana saya mendapati email yang berisi nameserver hosting (saya perlu mengubah nameservernya) dan login untuk Plesk. Awalnya saya bingung apa itu Plesk dan ternyata setelah yang selidiki Plesk itu mirip dengan CPanel, kayak saingan bisnis gitu lah ya. Kemudian saya login pada akun Plesk saya dan bingung mau ngapain kan. Ternyata saya hanya perlu menambahkan domain website saya pada tab Website & Domains. Setelah itu domain saya sudah terhubung dan menunggu wordpressnya aktif. Aktifnya kalau tidak salah setelah mengubah nameserver itu, setelah mengubah disuruh menunggu maksimal 1×24 jam. Namun kurang lebih 1 jam website saya sudah bisa diakses saat itu.

Dashboard Plesk
Dashboard Plesk

Saya masuk ke dashboard WordPress blog saya. Lalu saya coba untuk mengimpor file back up dari blogger saya. Ternyata gampang banget, website saya seketika menampilkan postingan yang sama persis dengan blog saya yang ada di Blogger. Bahkan komentarnya pun ikut dibawanya. Sungguh senang sekali saat itu hahah. Paling hanya pageview dan sumber statistik yang dicatata di Blogger saja yang tidak dibawah. Tapi itu tidak menjadi masalah bagi saya, selama data domainnya tidak berubah kan. Kemudian seperti biasa saya mencari template/theme yang pas menurut saya. Mengedit widget dan SEO setiap postingannya. Oh ya, saya menggunkaan plugin Rank Math SEO dan menurut saya sangat bagus, memudahkan saya untuk mengoptimalkan SEO website atau tiap postingan blog saya. Semua hal itu kurang lebih saya lakukan dan rampungkan dalam 3 hari kerja. Lumayan kan untuk kerjaan yang terlihat sepele.

Mungkin sedikit cerita dari saya mengenai pengalaman saya migrasi blog dari Blogger ke WordPress di dunia blogging ini. Sebenarnya menggunakan layanan hosting itu tidak wajib dan tidak perlu-perlu amat lah. Bahkan dengan wordpress.com pun aksesnya sudah cepat tapi setau saya tidak bisa migrasi data blogger ke sana. Harus wordpress yang berada di layanan hosting. Baik, sampai jumpa di postingan selanjutnya. Tak terasa sudah 1 jam pas saya membuat tulisan ini hahah.

BONUS

Jika mau lihat tampilan blog saya di blogger bisa lihat kesini ya. klik disini!

Related Post

4 Replies to “Cerita Awal Blogging Sampai Migrasi dari Blogger ke WordPress”

    1. heheh iya mas. untuk domain masih 4 tahun lagi dan hosting 3 tahun. Lumayan mengeluarkan dana sih. Tapi dipikir2 hostingnya bisa sekalain saya pergunakan untuk wesite toko saya, walau baru rencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *